29 Maret 2015

Tips Menyikapi Mantan Sekaligus Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga



Sumber gambar dari sini


Pernah berada dalam situasi “kikuk”seperti ini? Sedang mesra bercanda berdua suami, tiba-tiba ponsel berdering.  Panggilan disambut dan ternyata yang menelpon mantan pacar. Ups. Apa yang harus dilakukan? Melayani pembicaraan itu di depan hidung suami, atau buru-buru menutup telpon? Pilih sendiri jawabannya ya. Hehehe..

Aku jadi teringat kejadian bertahun-tahun lalu, waktu masih tinggal di Palembang. Saat aku pulang dari arisan, si Mbak asisten rumah tangga melapor dengan penuh semangat.

“Bu, tadi ada perempuan nelpon berkali-kali, cari Ibu.  Mula-mula dia tanya nama panggilan Ibu siapa, anak berapa. Lalu dia telpon lagi tanya kapan Ibu pulang, Ibu kerjanya apa. Terus telpon lagi. Pertanyaannya mulai aneh. Dia tanya rumah ini besar atau kecil, kamarnya berapa, ngontrak atau milik sendiri, Ibu punya mobil apa saja, terus tanya alamat. Saya jadi pura-pura bodoh, Bu. Saya bilang nggak ngerti alamat rumah ini. Takutnya perampok. Begitu Bu.”

Wah, menarik. Aku jadi penasaran siapa gerangan si penelpon itu. Apakah ini salah satu modus kejahatan?

Telpon kembali berdering, kuangkat.

“Hallo. Bilang saja sama Ibunya besok aku telpon lagi ya.” Klik. Ah.. wanita itu mengira aku adalah si Mbak.

Besok paginya telepon rumah kembali berdering. Suara di seberang sana memperkenalkan diri, katanya dia teman lama suamiku. Aku menjawab dengan penuh keramahan.  

“Boleh main ke rumah nggak? “ Tanyanya.

“Tentu boleh, Mbak. Silahkan. Kapan mau main?” Sahutku.

“Sebentar lagi ya. “Ujarnya.

Makin menarik nih! 

Tak lama wanita itu benar-benar datang. Dia turun dari mobil diiringi seorang lelaki tua bertubuh kurus dengan rambut beruban.

Aku menyambut mereka dengan senyum lebar, memperkenalkan diri dan mempersilakan masuk.

Aku hampir saja mengatakan,”Ini ayahnya ya?” 

Untung kalimat itu tak keburu meloncat dari bibirku, karena dia lebih dulu memperkenalkan lelaki  itu sebagai suaminya.

Si wanita melangkah masuk ruang tamu, lalu mengedarkan pandangan. Aku mengajaknya berbincang-bincang tapi tampaknya dia sangat berminat melihat-lihat rumahku. Maka aku persilakan dia melihat ruang dalam rumah.

“Besar ya. Sesuai harapan..” Gumam wanita itu.

Aku tak mengerti  maksudnya. Apanya yang besar? Rumah? Sesuai harapan siapa? Apa dia berminat membeli rumah ini? Tapi aku tak akan menjual rumah ini, dan  tak pernah pula mengiklankan rumah ini untuk dijual. Aneh sekali.

Aku sangat berminat menanyakan apa maksud ucapannya dan maksud kunjungannya ke sini.
“Silahkan duduk di mana saja, di sini boleh, di ruang tamu juga boleh. Aku bikinkan minum dulu ya..” Ujarku sambil beranjak ke dapur.

“Eh nggak usah. Kami cuma sebentar kok.  Jangan repot-repot. Kami mau permisi pulang.” Sahutnya.

“Lho, kita kan belum ngobrol-ngobrol. Mari duduk. Aku bikin pempek lho. Ayo cicipi dulu.” Senyumku menebar lebar.

“Maaf kami nggak bisa. Terimakasih. Permisi ya.” Dia mengucap salam lalu buru-buru keluar diikuti sang suami.

Aku masih berdiri dengan mulut ternganga heran di teras rumah ketika mobilnya menderu pergi dan menghilang di tikungan. Benar-benar aneh!

Ketika suamiku, si Akang, yang tengah bekerja di lapangan menelpon, aku menceritakan kejadian aneh itu.

Kujelaskan nama wanita itu dan ciri-ciri fisiknya. Apa reaksi Akang? Dia tertawa keras! 

Aku sabar menunggu hingga tawa panjang itu usai. Barulah Akang menjelaskan kalau wanita itu mantan pacarnya. Lalu giliran aku yang tertawa, sampai puas juga. Hahaha...

Tentulah sangat besar rasa ingin tahu  wanita itu hingga dia berkali-kali telpon ke rumahku, mengorek keterangan dari si Mbak, lalu datang bersama suaminya hanya untuk sebuah tour singkat di rumahku. Beberapa menit saja, bahkan duduk pun tak sempat. Entah apa yang dikatakannya pada suaminya. Apakah suaminya tahu rumah yang dikunjungi itu  rumah siapa? Pertanyaan yang tak terjawab.

Suatu hari ada mantan yang menghubungiku. Mula-mula dia tanya kabar, apa pekerjaanku sekarang. Ketika kuceritakan kalau aku sekarang ibu rumah tangga, dia melontarkan sebuah komentar yang terasa tak enak. 

“Kalau cuma jadi ibu rumah tangga kenapa dulu tak menerima lamaranku saja? Dulu alasanmu pengen jadi wanita karier, lha kok sekarang cuma  ibu rumah tangga? Sia-sia dong  bakat senimu, ilmu yang didapat dari kuliah, dan semua potensi yang ada. “

Waduh..waduh.. tampaknya harus ada yang diluruskan. Sia-sia kujelaskan kalau aku bahagia dengan pilihanku. Dia mulai menanyakan detail kehidupanku. 

“Bagaimana bakat musikmu? Gak pernah main musik lagi dong.”

“Suamiku membelikan aku piano. Aku main musik di rumah” Balasku.

“Bakat tarimu bagaimana?.”

“Aku rajin nge-gym, ikut juga kelas Belly Dance buat membahagiakan suami.” 

“Kegiatanmu apa saja selain ngurus rumah dan anak?”

“Aku menulis, aktif di beberapa komunitas, sering menemani suami touring,  dan sering juga travelling bersama teman-teman baik untuk jalan-jalan maupun misi berbagi ilmu.”

Pertanyaannya makin lama makin detail seolah meragukan kalau aku benar-benar bahagia. Lalu dia mulai berandai-andai. Andai dulu kami jadi menikah mungkin akan  begini atau begitu. Seharusnya bisa begini atau begitu.

Akhirnya kukatakan kalau aku berterimakasih dan sangat menghargai ajakannya menikah. Tapi Aku waktu itu tidak siap karena masih kuliah, dan aku terikat janji pada orangtua untuk fokus  menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu. Aku katakan bahwa semua yang terjadi tak lepas dari rencana dan skenario Tuhan. Dia bukan untukku karena takdirku tak tertuju padanya. Tuhan sudah memilihkan yang terbaik untuk aku dan juga untuk dia. 

Urusan dengan mantan-mantan ini bisa menjadi issue sensitif tapi bisa juga menjadi bumbu penyedap hubungan dengan suami/istri lho! Di sini butuh kedewasaan dan pola pikir positif yang membawa kita pada satu keadaan. Bersyukur.

Lho kok bersyukur? Ya tentu saja. Alih-alih jadi ribut karena cemburu yang tak perlu, lebih baik berpikir positif dan bijak. Sejarah tak bisa dihapus. Di masa lalu baik aku ataupun Akang pernah menjadi bagian penting  sebuah rencana indah yang dirajut seseorang atau beberapa orang. Rencana indah yang gagal terwujud itu mungkin membuat kami menjadi pribadi  yang sangat berkesan bagi mantan. Kesan itu sangat kuat terbawa hingga bertahun-tahun kemudian membuat mereka kepo luar biasa ingin mengetahui kehidupan kami sekarang hingga detailnya.

Lalu bagaimana bila mantan  ingin bertemu? Nah ini berat. Aku sendiri berpikir bahwa bertemu dengan mantan pacar apa lagi  janjian  berdua bisa menjadi potensi bencana. Tindakan itu bisa melukai perasaan pasangan syah masing-masing.  Lagi pula kalau tujuannya hanya ingin tahu kehidupan mantan sekarang tak perlu repot harus bertemu kan? Buka saja media sosial, lihat status, foto-foto, bahkan kalau perlu ngubek-ngubek blog pribadinya. Informasi itu rasanya  sudah cukup menggambarkan bagaimana kehidupannya sekarang.  Hehe... 

Lalu bagaimana menyikapi mantan yang tiba-tiba “menyapa” tanpa mengganggu keharmonisan rumah tangga? Tips berikut ini mudah-mudahan bisa membantu :

1.        Jaga perasaan pasangan.
Tentu kita bisa mengenali atau menduga reaksi pasangan kala mengetahui mantan anda berusaha menghubungi. Ada dua alternatif.  Bila pasangan termasuk yang cemburuan level tinggi lebih baik tak perlu mengatakan pada pasangan. Yang penting anda bersikap tegas pada mantan, tak meladeni keinginan bertemu dan tetap menjaga rambu-rambu pergaulan sesuai aturan agama.  Bila anda yakin pasangan akan baik-baik saja anda bisa menceritakan padanya. Ketegasan anda pada sang mantan akan menambah nilai positif anda di mata pasangan.

2.       Bersikap tegas
Bila anda dihubungi mantan pacar yang ingin bertemu,  anda harus  bersikap tegas. Bukan hanya terhadap mantan, tapi juga pada diri sendiri. Tegaskan bahwa keadaan telah berbeda sekarang ini. Ada aturan yang harus ditaati, baik itu aturan agama maupun etika pergaulan. Hindari janji bertemu berduaan dengan mantan, karena ini bisa menjadi sumber keributan dalam rumah tangga.

3.       Jaga emosi dan berpikir positif
Bila anda berada pada posisi sebaliknya, misalnya pasangan anda yang dihubungi oleh mantan pacarnya, jagalah emosi anda dan tetap berpikir positif. Hapus pikiran negatif yang  membawa anda pada kecemburuan  seperti :
“Apa sih yang membuat sang mantan sangat terkesan? Sejauh apa hubungan mereka dulu sampai mantan kepo luar biasa seperti ini ?”

 Bukankah lebih nyaman bila berpikiran seperti ini :

 “Kehidupan kami  lebih sukses dan bahagia daripada kehidupannya hingga mantan penasaran ingin mengetahui detail kehidupan kami. “

Atau

“Pasanganku sangat istimewa, hingga sang mantan sulit “move-on”. Alangkah beruntungnya aku yang telah dipilih menjadi pendampingnya. “

Percayalah, pikiran positif membawa reaksi positif pada diri anda.

4.      Buat kesepakatan dengan pasangan.
Bicarakan dengan pasangan batasan-batasan apa yang membuat anda dan pasangan merasa nyaman. Misalnya, bolehkah  menjawab telepon atau message dari mantan? Kalau boleh bagaimana aturannya.  Kesepakatan tiap pasangan tentu berbeda, yang penting dua-duanya harus nyaman, terbuka dan mematuhi batasan yang sudah disetujui kedua pihak.

5.      Jadikan bumbu keharmonisan rumah tangga.
Saat mantan kembali menghubungi, tentu ada bagian masa lalu yang kembali terkenang dalam ingatan. Fokuskan pada hal yang membuat anda tak memilih si mantan sebagai pendamping hidup. Lalu gali  kelebihan-kelebihan pasangan dibanding mantan hingga anda merasa bersyukur telah memilih pasangan yang tepat, pasangan yang membuat hidup anda bahagia. Rasa syukur ini makin menyuburkan kemesraan anda dan suami/istri.

Urusan hati memang tidak sederhana, salah langkah sedikit perasaan pasangan bisa terluka.  Yang paling penting dalam hal ini adalah menjaga komitmen, bersama-sama memelihara keharmonisan rumah tangga dan selalu bersyukur atas jodoh yang telah dipilihkanNya.

27 Maret 2015

Lezatnya Kebab Shiraz Mazzeh di Orchard Road Singapore



Kebab Shiraz Mazzeh


Hari itu cerah,  matahari terasa hangat menebar cahaya keemasan. Tapi ternyata cerahnya pagi  tak secerah suasana hati Rafif, anak bungsuku. Sejak jalan-jalan dan berfoto di Istana Park  Singapore, tampangnya rusuh, cemberut tak bergairah. 

“Mama, Afif lapar nih! “Sungutnya.

“Lho, tadi di hotel kan sudah makan risoles. Banyak lagi. Kok masih lapar?” Tanyaku.

“Itu sih bukan makan. Itu ngemil.” Kilahnya.

Kupandangi anak laki-laki berpipi chubby itu dengan sayang. Aku tahu adatnya Rafif. Biasanya dia selalu ceria, tapi keceriaannya tak akan bertahan bila perutnya lapar.

Satu-satunya tempat makan terdekat  yang  akan segera buka adalah kios Shiraz Mazzeh di depan mall Plaza Singapore di kawasan Orchard Road.

Seorang laki-laki berseragam pelayan  tampak merapikan dan membersihkan kursi serta meja di samping kios. Tapi Kios itu belum buka.

“Sabar ya, Nak. Kita duduk di sini dulu sambil tunggu kios kebab itu buka.” Bujukku.

Saat kesabaran Rafif sudah hampir habis, pukul 10.30 kios itu dibuka.


Pilihan saus, daging dan sayuran

Shiraz Mazzeh Gourmet Kebabs, adalah bagian dari  Shiraz restoran yang menyajikan  masakan Persia. Menu di kios itu adalah rotisserie panggang daging dengan  gaya kebab. Selain kebab ada juga sosis Jerman, kentang goreng dan minuman ringan.

Tempat duduknya cukup nyaman.


Pilihan isi kebab adalah daging ayam, sapi, domba, dan falafel (vegetarian). Pilihan sayurannya selada, tomat, kubis, acar dan jalapeño.

 Jujur saja tadinya aku tak tahu apa itu jalapeño. Penulisan nama dengan karakter khusus seperti itu, terdengar eksotik ditelingaku. Ternyata jalapeño adalah cabai dari Meksiko yang memiliki rasa pedas menggigit. Oalaah...
Jalapeño

Ada beberapa macam pilihan saus di sini, misalnya saus tomat, barbeque, cabai dan mayones tapi yang istimewa adalah  saus yogurt bawang putih dan hummus. Kalau saus yogurt bawang putih kira-kira sudah tahulah ya. Rasa asam yogurt dipadu bawang putih itu sedap banget.

Bagi yang belum akrab dengan masakan Timur Tengah mungkin masih asing dengan saus hummus. Hummus ini saus yang berbahan dasar kacang kedelai, lentini, tahini, minyak zaitun, air lemon, garam dan bawang putih. Nah, kebayang kan rasanya? Aromanya sedap, rasanya enak, gurih dan segar!

Aku, dan suamiku, si Akang memilih daging domba untuk isi kebab kami.  Anin dan Rafif memilih daging sapi, Dea memilih daging ayam. 

Aku dan Akang menikmati lamb kebab maknyoss

Harga satu buah kebab ini SGD 11, kalau mau ditambah extra keju tambah  lagi SGD 1 jadi total SGD 12. Mahal? Jangan dibandingkan dengan harga di Indonesia ya. Apa boleh buat. Singapore memang termasuk salah satu  negara dengan biaya hidup termahal di dunia kan? Hiks..hiks..
Mau tahu rasanya? Sebandinglah dengan harganya. Ini kebab enak banget!

Menurut si sulung Anin yang memesan kebab daging sapi, dagingnya terasa lembut dan juicy. Tambahan acar dan jalapeño yang pedas menambah lengkap rasanya.

Isi dalamnya..

Kebab pilihanku adalah lamb kebab atau kebab  daging domba yang potongan-potongan dagingnya benar-benar memuaskan naluri carnivora-ku.  Hehehe... Kebab itu berukuran besar, dibalut roti tipis  lembut yang membungkus dengan sempurna. Potongan tomat berbentuk dadu, selada cincang, kubis dan acar ditambah si jalapeño,  cabai Meksiko yang eksotis  terasa renyah,  membuat aku tak mau berhenti mengunyah. Setiap gigitan terasa nikmat. Rasa asam segar gurih dari saous hummus  membelai lidahku. Enaak...!
 
Rafif- Anin dan Dea

Apa pendapat Rafif?  Jagoanku itu cuma berkomentar singkat.

“Ini baru makan namanya! Enak. Kenyang.”

Bila anda merasa lapar saat menyusuri Orchard Road, jangan ragu mampir dan mencicipi kebab ini ya. Recommeded !


26 Maret 2015

Istana Park, Oasis Tropis di Kawasan Orchard Singapore




Hari ketiga di Singapore, kami berencana mengunjungi saudara yang tinggal di Punggol. Sebelum berangkat kami masih punya waktu  jalan-jalan di Orchard Road sekitar Istana Presiden Singapore. 

Di seberang istana, ada sebuah taman yang menarik perhatian. Terdapat kolam dan bunga-bunga cantik aneka warna.  Istana Park. Begitulah tulisan yang tertera pada sebuah  sign berbentuk monumen di tempat itu.

Aku ingin menyeberang ke sana tapi tak kutemui tempat penyeberangan di jalan itu.

“Tidak boleh sembarangan menyeberang di sini, Neng. Nanti kena denda.” Tegas Akang.

“Bagaimana cara ke sana ya?” Pikirku.

Mataku mencari-cari petunjuk atau orang yang bisa kutanyai. Seorang pemuda mengenakan T-shirt biru  dan celana pendek berjalan dengan langkah panjang. Telinganya tersumbat head set. Tampaknya dia sedang menikmati alunan musik, terlihat dari kepalanya yang bergerak-gerak ke kiri ke  kanan mengikuti ritme musik.

Dengan sigap aku menjajari langkah pemuda itu.

“Good morning. Can you show me how to get there?” Tanyaku sambil menunjuk taman itu.

Sang pemuda melepaskan head set dari telinganya, lalu dia menggelengkan kepala.

“ I’m sorry. I don’t know.” Ucapnya. Wajahnya terlihat bingung. Dia segera berlalu.

Kami terus berjalan. Suasana pagi itu sepi. Belum banyak orang lalu lalang.

Akhirnya aku melihat sebuah papan petunjuk yang artinya “Gunakan underpass untuk menyeberang ke istana park.”

“Underpass-nya di mana ya?” Tanyaku.

“Nggak tahu juga.” Balas Akang.

Kami berdiri dekat sebuah kios yang masih tutup. Kios kebab bertuliskan “ Shiraz Mazzeh” itu terletak di depan Plaza Singapore.

Seorang laki-laki berpakaian pelayan tampak membersihkan kursi dan meja di samping kios.

“Hi. Do you know where the underpass is ?” Tanyaku sambil melempar senyum.

Laki-laki itu membalas senyumku dan menunjuk ke belakang kios.

“Go down there.” Ucapnya.

Tangga menuju underpass untuk menyeberang ke Istana Park 

Setelah mengucapkan terimakasih kami berjalan ke belakang kios. Di sana ada tangga ke bawah menuju underpass.
Add caption


Taman yang memberi kesegaran di area Orchard

Tak lama kami sampai di seberang. Pemandangan yang menyambut mata kami cukup cantik. Ada berbagai bunga berwarna terang tertata indah, sedikit mengingatkan aku pada warna-warni cantik bunga tulip yang mekar pada musim semi di Keukenhof, Belanda. Tentu saja bunga-bunga di sini bukan tulip. Bunga-bunga jenis  ini tampak tak  asing karena sering aku lihat di daerah Puncak Bogor.

Warna-warni bunga di tengah gedung-gedung modern


Kehadiran taman ini ibarat oasis tropis di jantung Orchard Road. Istana Park secara resmi dibuka tanggal 6 September 1996 oleh Menteri Pembangunan Nasional Lim Hng Kiang. Taman ini dirancang dan dibangun sebagai perpanjangan pintu masuk utama istana. Teh Tion Yong, kepala arsitektur Urban Redevelopment Authority (URA) menjelaskan bahwa alasan utama membangun sebuah taman di depan istana adalah untuk memberikan kesan lebih menonjol pada pintu masuk istana.

Festival Arch,  tampak mencuat dari kolam dangkal berbentuk persegipanjang

Taman ini diperkirakan menelan biaya sebesar  SGD 13.000.000 dan memiliki ukuran satu setengah kali lapangan sepak bola atau sekitar 1.3 ha.

Taman ini memiliki fitur unik. Sebuah struktur simetris berbahan stainless steel dan beton yang disebut Festival Arch berdiri  kokoh dengan alas  kolam dangkal berbentuk persegipanjang.  Festival Arch berukuran panjang 26 meter dan tinggi 16 meter,  dirancang oleh Mr. Ren Matsui.

Lebih dari 151 spesies tanaman tumbuh di taman ini. Tanaman  sebagian berasal dari Malaysia, Indonesia, Australia dan lain-lain.

Latar Festical Arch dan  warna-warna ceria

Dekat sebuah Cafe cantik yang masih tutup

Taman ini indah “menyala” pada malam hari. Lampu-lampu dinyalakan setiap hari dari jam 19.00 hingga pukul 00.00. Pencahayaan taman dirancang khusus untuk menerangi Festival Arch dan tanaman tertentu. Contohnya pohon Yellow Flame dan pohon-pohon kelapa diberi pencahayaan dari arah bawah sehingga cabang-cabangnya membentuk efek pola yang menonjol pada malam hari.

Kalau berkunjung ke Singapore, sempatkan mengunjungi Istana Park ya. Gratis lho!


25 Maret 2015

Liburan Keluarga di Singapore ( II )




 Lihat kisah sebelumnya di sini

Hari  Sabtu  7 Maret 2015, adalah hari yang paling ditunggu-tunggu anak-anakku.  Mereka sudah tak sabar  ingin ke Universal Studio Singapore.

Tadi malam aku sudah belanja mie instan dan roti. Berhubung sewa kamar hotel tempat kami menginap tak termasuk sarapan, terpaksa aku menyiapkan sendiri makan pagi  buat suami dan anak-anak usai shalat subuh. Kalau mencari sarapan di luar, resto yang dekat-dekat hotel buka jam 10.30. Kesiangan dong!

Untunglah anak-anak kooperatif. Mereka segera mandi, berpakaian dan sarapan. Setelah menyiapkan ransel berisi baju ganti, camera, modem wifi dan power bank kami berangkat menuju Universal Studio.

Dari Orchard Road Menuju Sentosa Island

Universal Studio Singapore berada di Sentosa Island, yaitu sebuah pulau resort (tempat wisata) khusus yang terpisah dari pulau utama Singapore. Meski terpisah  jaraknya tak jauh dari pulau utama. Hanya dipisah sebuah selat sempit, Sentosa Island dan pulau utama dihubungkan dengan jembatan yang panjangnya tak sampai 1 km.

Dari hotel kami berjalan  menuju Orchard Road lalu melintas di depan gerbang istana dan masuk ke Plaza Singapore. Di Plaza ini terdapat stasiun MRT Dhoby Ghaut. Kemudian kami memilih jalur MRT yang berwarna ungu (North East Line) menuju Harbor Front. 

 Stasiun MRT Dhoby Ghaut

 Kami turun di Harbour Front yang berada di sebuah mall yang bernama Vivo City. Selanjutnya ada enam  alternatif transportasi umum untuk menuju  kawasan Sentosa Island. Enam cara itu sebagai berikut :

1.      Naik bus RWS8 dari halte bus Vivo City atau halte Harbour Front. 
2.      Naik cable car (kereta gantung) dari Harbour Front tower 2 yang letaknya di sebelah mall Harbour Front.
3.     Naik monorail yang disebut Sentosa Express. Monorail ini mirip MRT tapi relnya berada di jalan layang, di ketinggian, bukan di bawah tanah. Untuk naik monorail, dari mall Vivo City kita harus naik eskalator ke lantai 3. Ikuti petunjuk arah Sentosa Express atau St. James Power Station.
4.   Jalan kaki dari belakang mall Vivo City di lantai 1 ( Vivo City’s Waterfront Promade) dengan menyusuri Sentosa Boardwalk.
5.      Menyewa mobil khusus dan sopir.
6.      Naik Taksi.


Stasiun MRT Habour Front dengan petunjuk menuju Vivo City Mall


Petunjuk Menuju Sentosa Express



Pemandangan   dari kaca monorail


Kami memilih naik monorail Sentosa Express, karena paling praktis dan tak perlu keluar mall. Di dalam monorail kami menikmati pemandangan  selat dan yang memisahkan Sentosa Island dengan pulau utama. Lumayan cantik!


Universal Studio Singapore

Kami turun di Waterfront Station dan melanjutkan jalan ke area Universal Studio. Sengaja datang lebih pagi, kami ingin  mengambil kesempatan berfoto ria dengan  leluasa tanpa diganggu kerumunan pengunjung lain. 


  

Ada banyak spot cantik untuk berfoto narsis di sini, sementara menunggu loket yang buka pukul 10. Senangnya kami tak perlu lagi antri di loket karena sudah mengantongi tiket yang dibeli secara online. 









Hari beranjak siang, menjelang jam 10 orang-orang antri di depan gerbang masuk. Kami pun masuk ke barisan.

Antri di pintu masuk

Aku menyiapkan print out tiket masuk. Seorang petugas penjaga gerbang men-scan bar code yang terdapat pada tiket, lalu kami dipersilakan masuk.

Di sebelah kiri entry gate ada sebuah bangunan dengan tulisan costumer care. Aku bergegas ke tempat itu lalu menyerahkan print out tiket . Petugas yang ramah memberikan 4 voucher makan dan 4 voucher belanja senilai masing-masing SGD 5. Voucher ini sudah termasuk dalam paket tiket yang kubeli via internet. 

“Tiket makan berlaku di mana saja kecuali di Starbuck Caffe.” Ucap sang petugas sambil tersenyum.

Lalu dimulailah petualangan seru kami di berbagai wahana Universal Studio. Universal Studio Singapore terdiri dari 7 Zona yaitu : 

1.      Madagascar.
 Tema zona ini diambil dari film Madagascar produksi DreamWorks Animation film. Area dengan ini bernuansa hutan tropis dengan tokoh binatang-binatang lucu dan unik. 

2.      Far Far Away.
Tema diambil dari film Shrek. Jadi kalau ingin bertemu dengan tokoh-tokoh film ini seperti Princess Fiona, Shrek, dan Donkey disinilah tempatnya.

3.      The Lost World.
Kalau ingin melihat dinosaurus dari film Jurassic Park dan suasana film Water World semua ada di zona ini.

4.      Ancient Egypt.
Zona ini sangta cocok bila anda suka dengan hal-hal berbau Mesir kuno seperti mummy'Pyramid, dan suasananya yang penuh misteri.

5.      Sci-Fi.
Di zona ini terdapat kota yang di desain dengan gaya futuristik seperti film-film tentang masa depan yang penuh bangunan beton dan besi.

6.      Hollywood.
Zona ini di desain mirip arsitektur Hollywood Walk of Fame di Los Angeles, USA.

7.      New York.
Berada di zona ini seperti menjelajah New York City, lengkap dengan deretan toko-tokonya.

Sejak awal, aku sudah tahu tak akan cukup waktu untuk kami “ mencicipi” semua wahana yang ada di sini. Masih ada beberapa itinerary yang ingin kami kunjungi selain Universal Studio. Karena itu aku  bertanya pada teman-teman yang sudah pernah ke Universal Studio untuk meminta rekomendasi wahana mana saja yang wajib dikunjungi.

Ada 3 wahana yang direkomendasikan untuk dicoba yaitu :
1.      Transformer yang berada di zona Sci-Fi.
2.      Revenge of the Mummy yang berada di zona Anciet Egypt.
3.      Jurassic Park di Zona The Lost World, tepatnya wahana Jurasic Park Rapid Adventure.

Tapi tunggu dulu, ada peraturan tertulis yang harus diperhatikan.  Ke-tiga wahana ini menawarkan sensasi kecepatan tinggi, akselerasi yang berubah cepat dan mendadak, lalu sensasi gerakan mendaki, miring dan dijatuhkan. Wow! 

Karena itu ada larangan bagi   wanita hamil, penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi,  orang yang bermasalah dengan leher dan tulang belakang,  orang yang baru menjalani operasi,  dan  orang yang sensitif terhadap cahaya lampu sorot serta  kabut asap.  Bila anda termasuk salah satunya, sebaiknya hindari menikmati wahana-wahana itu.

Rafif dan Tyrannosaurus
 Setelah mencoba beberapa wahana di Madagascar, dan Far Far Away, Rafif yang sangat suka dinosaurus berkeras ingin ke Jurassic Park di zona The Lost World, sementara Anin ingin ke Revenge of The Mummy di zona Ancient Egypt. Akhirnya kami berpisah. Suamiku, si Akang, menemani Rafif sementara aku bersama gadis-gadisku, Anin dan Dea. Kami janji bertemu lagi pukul 11.30 untuk makan siang.

Di zona Far Far Away


Anin dan Dea buru-buru masuk antrian wahana Revenge of The Mummy. Aku menunggu mereka di luar sambil mengambil beberapa foto. Tak lama kemudian Anin dan Dea keluar lagi.


Pintu Masuk Wahana The Revenge of Mummy


“Lho, kenapa keluar lagi? “ Tanyaku.

“Kayaknya gak seru, Ma. Jadi malas ah.” Kata Dea.

“Wahana ini direkomendasikan lho. Ya sudah kalau begitu Mama saja yang masuk. Kalian tunggu di sini. “ Ujarku sambil menyerahkan tas ransel.

Ada 3 jalur antrian di wahana ini. Satu jalur khusus untuk VIP ( Universal Express) yang membeli tiket dengan harga lebih mahal, jalur normal untuk rombongan ( Atraction  Entrance), dan jalur untuk pengunjung yang sendirian( single rider).  

Aku segera masuk ke jalur single rider. Cihuuy.... sepi! Masuk lewat jalur itu agak-agak ngeri. Sendirian menyusuri korridor bernuansa Mesir kuno, dengan penerangan  temaram, suara-suara aneh seperti bisikan mummy dan Pharaoh, serta hawa sejuk dari pendingin ruangan. Di sebuah sudut terdapat keran air minum gratis. Aku sempat minum. Membasahi tenggorokan dengan air dingin  segar di tengah suasana remang-remang ,  rasanya merinding  seru. Hehe... Tapi lumayan banget mengurangi rasa haus yang menjerat.

Setelah berjalan beberapa lama aku tiba di awal antrian. Benar-benar asyik masuk ke jalur single ini. Aku tak perlu antri lama, langsung tiba paling depan. Antrian single rider ibaratnya “pelengkap”.  Kursi yang tersedia di wahana ini terdiri dari 4 atau 5 seat. Jadi bila orang antri secara rombongan,  misalnya terdiri dari 3 atau 4 orang, petugas langsung meminta single rider untuk menggenapi kursi yang kosong. Jadi kalau mau cepat dapat giliran menikmati wahana, ambil saja jalur single rider. Meskipun resikonya anda tak bisa berbarengan  menikmati wahana dengan keluarga atau teman, tapi bisa menghemat waktu yang banyak!

Wahana “The Revenge of The Mummy “ ini  ternyata seru banget! Tak salah temanku merekomendasikan wahana ini.  Bayangkan saja bagaimana rasanya memasuki suasana penuh misteri melihat mummy , api  serta kabut yang tiba-tiba muncul, dan kutukan Pharaoh. Lalu diombang-ambing di roller coaster dalam gelap tanpa tahu apa yang akan dihadapi selanjutnya. Jangan lewatkan wahana ini kalau ke Universal Studio ya!

Selesai menikmati wahana ini aku langsung menghasut Anin dan Dea untuk masuk antrian lagi. Akhirnya mereka mau, sementara itu aku masuk ke wahana yang lain.
 
Jurasic Park Rapid Adventure
Selanjutnya kami kembali bergabung dengan Akang dan Rafif. Aku, Anin, Dea dan Rafif mencoba wahana Jurasic Park Rapid Adventure. Wahana ini membawa kami  menyusuri sungai buatan. Di pinggir sungai  terdapat bermacam-macam dinosaurus yang bisa bergerak seperti hidup. Lalu arus makin menderas, keseruan dan teriakan riang berbaur. Puncaknya kami seperti terjebak diruang gelap. Tiba-tiba kepala T-Rex muncul seolah ingin menyantap kami! Endingnya? Rahasia dong. Hehehe... Coba saja sendiri! Seru sekali. Jangan lewatkan wahana ini ya. Tapi perlu dicatat, menikmati wahana ini harus siap berbasah-basah.

Setelah makan siang, kami lanjut menikmati “Transformer”, wahana yang paling seru dan paling direkomendasikan. 

Antrian tak terlalu panjang. Tak lama kami sudah duduk dalam wahana dan mengenakan kacamata 3 dimensi.  Kami dibawa menelusuri kota berdesain futuristik di tengah-tengah pertempuran antara Optimus Prime dengan Megatron. Wahana ini top banget! Kami dibawa masuk dan merasakan berbagai sensasi yang memicu adrenalin, puing-puing yang berhamburan, cipratan air dan panasnya api,  terhantam, jatuh , terguncang, terangkat dan tersedot,  seperti benar-benar mengalami adegan dalam film Tansformer. Kami mengulang dua kali menikmati wahanan ini saking serunya! Rugi kalau mengunjungi Universal Studio tanpa merasakan sensasi menakjubkan wahana ini.

Aku ingin berbagi tips mengunjungi Universal Studio Singapore. Simak ya!

1.      Beli tiket melalui internet.
Keuntungan membeli tiket secara online selain lebih hemat waktu karena tak perlu antri di loket, juga bisa memperoleh harga lebih murah. Kunjungi website rwsentosa.co.id,  dan telitilah jika ada promosi atau discount. Bila di website tersebut tidak ada discount, coba cari di situs travel seperti agoda dan lain-lain.  Biasanya ada harga discount untuk tiket masuk Universal Studio.

2.      Cari informasi
Ada 7 zona di Universal Studio. Masing-masing zona memiliki wahana dan atraksi yang berbeda. Pengunjung tak akan bisa menikmati seluruh wahana itu dalam satu kali kunjungna karena butuh waktu untuk menunggu giliran naik ke wahana yang dituju. Sebaiknya sebelum datang, lengkapi pengetahuan tentang berbagai wahana di sana melalui  internet atau bertanya pada teman yang sudah pernah berkunjung. Dengan demikian kita bisa mengatur waktu lebih efisien dengan langsung menuju tempat-tempat yang direkomendasikan.

3.      Siapkan fisik.
Jalan-jalan  menikmati wahana di Universal Studio membutuhkan fisik yang fit. Istirahatlah yang cukup supaya badan segar. Jangan lupa sarapan pagi yang cukup.

4.      Bawa tempat air minum
Cuaca panas Singapore membuat tubuh berkeringat dan butuh asupan air yang cukup. Tentu saja kita bisa membeli air minum yang dijual di area USS, tapi siap-siaplah membayar dengan harga yang lebih mahal. Bila ingin hemat sebaiknya bawa wadah air minum. Di beberapa tempat antrian wahana  atau di dekat toilet terdapat pancuran air minum gratis. Pengunjung bisa minum di sana sekaligus mengisi wadah air untuk persediaan.

5.      Datang Lebih Pagi.
Di area sekitar pintu masuk Universal Studio banyak terdapat spot menarik untuk berfoto. Bila ingin berfoto di globe Universal Studio tanpa terganggu “penampakan” pengunjung  lain, anda harus datang lebih pagi, misalnya jam 8.30 atau jam 9. Selain di globe,  area di dekat dermaga juga bagus untuk latar belakang foto.

6.      Pilihan tempat makan
Ada banyak resto dan caffe di area USS, tentu saja harganya lebih mahal daripada resto yang berada di luar. Bila mau, anda bisa keluar dari USS untuk makan siang. Tapi pastikan anda tidak lupa meminta cap pada petugas USS agar anda bisa masuk kembali ke USS untuk melanjutkan menikmati petualangan anda.

7.      Bila perlu bawa baju ganti.
Di zona Lost World terdapat beberpa wahana yang dapat menyebabkan tubuh dan baju anda basah, misalnya Jurasic Park Rapid Adventure dan Water World. Bila perlu bawalah baju ganti. Atau kalau mau anda bisa beli jas hujan tipis seharga SGD 4 yang tersedia di area wahana tersebut.


Dari Sentosa Island Menuju Kawasan Marina Promenade

Hari telah beranjak sore. Setidaknya masih ada dua tempat yang wajib dikunjungi. Kami pun keluar dari arena Universal Studio kembali naik monorail menuju Vivo City lalu turun ke stasiun MRT Harbour Front. 

Untuk menuju Singapore Flyer,  kami naik MRT  jalur kuning (Circle Line) turun di stasiun Promenade. Keluar stasiun MRT melalui Exit A, Singapore Flyer sudah terlihat.  Ferris Wheel itu tak terlalu jauh letaknya, bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Singapore Flyer

Singapore Flyer


Kami menyusuri jalan menuju Ferris Wheel raksasa tertinggi di dunia.  Singapore Flyer bentuknya seperti wahana “Bianglala” yang terdapat di Dunia Fantasi. Diresmikan tahun 2008, wahana ini  lebih tinggi daripada wahana serupa, Star of Nanchang di China dan London Eye di Inggris. 

Memiliki ketinggian 165 meter dengan panjang diameter roda 150 meter, bianglala ini  terdiri dari 28 “kapsul” yang berkapasitas 28 orang dilengkapi dengan pendingin ruangan. Kapsul-kapsul  dilingkupi kaca sehingga para penumpang bisa melihat pemandangan tiga negara, Singapore, Malaysia  (Johor) dan  Indonesia (Batam).

Sesaat Sebelum Masuk ke Kapsul

Tiket masuk ke Singapore Flyer harganya SGD 33 per orang. Tapi ada paket discount untuk keluarga berjumlah tiga orang  seharga SGD 78. Jadi aku membeli satu paket family ditambah dua tiket harga normal, total harga SGD 144. Selisihnya SGD 21. Lumayan kan?

Sebelum masuk ke “kapsul” kami disambut sebuah ruang pamer  yang menyajikan informasi menarik seputar fisika dan mekanika yang berhubungan dengan bianglala ini. Selain itu ada data mengenai skala ketinggian Singapore Flyer dibanding wahana serupa di tempat lain.

Ada photographer yang menawari kami berfoto, dan bila berminat foto kenang-kenangan itu bisa di beli di loket saat akan pulang.

Kapsul bianglala tampak kokoh, cantik dan nyaman. Ruangan dilengkapi dengan pendingin  dan alat pemadam kebakaran. Gerakan berputarnya sangat  perlahan hingga tidak menimbulkan pusing, guncangan, atau rasa mual.  


Di dalam kapsul
 
Saat kami berada di sana, tak banyak pengunjung yang datang. Kapsul yang muat 28 orang itu hanya diisi kami berlima, sehingga rasanya lega sekali. 

Dari ketinggian kami bisa melihat pemandangan Singapore dengan gedung-gedung trade mark-nya seperti hotel Marina Bay Sand dengan struktur tiga gedung kembar menjulang dan bentuk atap menyerupai kapal.  Lalu ada Gardens By the Bay, sebuah taman unik yang berada di kawasan Marina Bay. Kemudian ada Art Science Museum yang bentuknya menyerupai bunga teratai. Di kejauhan tampak Merlion statue yang terletak di Merlion Park. Patung ikan berkepala singa ini merupakan icon Singapore yang paling terkenal. Selain itu terlihat juga gedung Esplanade dengan struktur seperti buah durian, terletak berdekatan dengan Merlion Park. Espanalade adalah pusat seni yang paling “sibuk” di dunia. 
 
Pemandangan dari ketinggian
Dari atas Singapore Flyer kami mereka-reka jalan menuju Merlion Park. Akhirnya kami memutuskan akan berjalan kaki melewati jembatan di bawah Helix Bridge. Helix Bridge adalah sebuah jembatan dengan arsitektur menawan sepanjang 280 meter yang merupakan jembatan untuk pejalan kaki terpanjang di Singapore.

Kami menghabiskan waktu 37 menit yang mengesankan diatas Singapore Flyer dengan canda riang. Rasanya belum lengkap jalan-jalan ke Singapore bila belum menikmati pemandangan dari ketinggian bianglala ini.

Turun dari Singapore Flyer, Rafif mulai rewel. Anak bungsuku itu sudah lelah. Tapi kami terus memberi semangat agar dia tetap  berjalan  menikmati suasana menyusuri kolong Helix Bridge. Kami beberapa kali berhenti untuk berfoto.
 
Pertunjukan tari India
Di dekat Esplanade,kami melihat ada pertunjukan tari India yang digelar di pinggir Singapore River. Suasana meriah sekali. Ada juga sekelompok orang yang saling melempar bubuk warna-warni hingga wajah, tubuh dan pakain mereka belepotan warna.

Merlion Park

Bersama Merlion statue


Akhirnya kami tiba di Merlion Park. Tempat ini wajib dikunjungi saat jalan-jalan ke Singapore. Bagaimana tidak, Merlion yang merupakan gabungan antara mermaid (ikan duyung) dan lion ( singa) adalah maskot Singapore paling terkenal. Belum syah ke Singapore tanpa berfoto  dengan latar patung Merlion. Haha...
 
Latar Belakang Hotel Marina Bay Sands

Marina Bay Sands, Art and Science Museum dan Merlion Statue

Merlion Park buka 24 jam dan gratis. Area taman seluas 2500 meter persegi ini letaknya dekat hotel Fullerton yang mewah.  Di sini banyak orang duduk-duduk, berkumpul dan berfoto di atas jembatan atau pun di dekat patung Merlion.  

**
Hari menjelang malam. Kami berjalan menuju stasiun MRT Raffles Place  yang terletak dekat hotel Fullerton. Dari sana kami naik MRT jalur merah menuju Somerset.

Hari yang melelahkan ini kami tutup dengan makan malam di kawasan Orchard. Anak-anak memilih makan di Mc Donald’s Restaurant. 

Selesai makan malam, dengan langkah gontai kami kembali ke hotel.  Kami sempat mengadakan kontes kaki. Kriterianya kaki siapa yang paling lecet akibat jalan -jalan  sejak pagi hingga malam. Pemenangnya adalah si Akang. Mata kaki sampai bengkak! Hehe..

Setelah mandi dan shalat, Anin dan Dea langsung ambruk di tempat tidur sementara Rafif masih butuh beberapa saat sampai dia terlelap.

Alhamdulillah.... Hari ini penuh aktivitas menyenangkan.